AKTIFISINDO.BLOGSPOT.COM

MOHON MAAF JIKA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN, JANGAN LUPA KLIK IKLAN UNTUK BERDONASI KEPADA ADMIN TERIMAKASIH
Flow -  Progress

Banner 468 x 60px

 

Sunday, January 26, 2020

APA ITU VIRUS CORONA???

0 comments
Bmanado terkena virus corona dan langsung di eksekusi dan di bawah di ruang isolasi..
virus ini cukup berbahaya dan diketahui belum ada obatnya, Sebenarnya apasih yang dimaksud dengan VIRUS CORONA??

1. gejala virus coronaeberapa hari yang lalu ada beberpa orang yang di informasikan setelah tiba dari china dan mendarat di  atau 2019-nCoV akan menyerangan pernapasan. Pasien yang dikonfirmasi positif terinfeksi virus corona, melaporkan gejala sebagai berikut: demam, batuk, dan sesak napas. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pasien yang terinfeksi coronavirus akan menderita penyakit pernapasan ringan hingga berat

Cara Mencegah Penyakit Virus Corona Saat ini tidak ada vaksin untuk mencegah infeksi 2019-nCoV (corona virus) atau virus corona. Cara terbaik untuk mencegah infeksi adalah menghindari terkena virus ini. Ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan setiap hari untuk menghindari penyakit akibat virus corona.

sata ingatkan munkin kembali kalau bisa untuk antisipasi penyakit ini, kalian aoabila keluar rumah disarankan untuk menggunakan masker, karna mencegah itu lebih baik dari pada mengobati...
Read more...

PENGANTAR FILSAFAT

0 comments

Banyak yang kita ketahui bahwa filsafat itu adalah ilmu sesat!!tapi sebenarnya bukan itu, ketika kita bisa mempelajari hakikat dari filsafat maka kita akan menjadi orang yang mengerti tentang akan pngetahuan (saince) filsafat ada sebelum adanya since, dan keduanya bukan hanya mempertanyakan tentang ADA tapi seluruh substansi alamiya bisa dipecaahkan...FILSAFAT DAN BERFILSAFAT Kemungkinan besar, Anda baru pertama kali belajar filsafat. Tetapi dapat dipastikan bahwa Anda sudah pernah mendengar kata “fisafat,” baik disebutkan orang lain di depan Anda, membacanya dalam buku, atau barang kali Anda sendiri pernah mempergunakannya untuk memperkuat pernyataan Anda. Nama-nama filosof besar dan ucapan-ucapannya yang laksana ‘kata-kata mutiara’ tentu pernah Anda dengar, walaupun terkadang apa maksud ucapan mereka tersebut sulit dipastikan. Anggapan umum pertama tentang filsafat adalah bahwa yang dibahas sebagai hal yang tinggi, sulit, abstrak dan tidak terkait dengan masalah kehidupan sehari-hari. Filosof sering digambarkan sebagai seorang yang mempunyai IQ dan intuisi yang jauh melebihi tingkat rata-rata manusia. Filosof juga dipandang sebagai seorang yang tidak memperdulikan masalah sehari-hari, tetapi sibuk merenung dan memikirkan persoalan hakikat sesuatu yang sulit dicerna. Sebenarnya, masalah-masalah pokok filsafat adalah persoalan yang pernah dipikirkan setiap orang. Dalam hidup, tentu kita pernah mempertanyakan, memikirkan dan merenungkan kenapa ini harus begini, dan tidak boleh begitu. Sedangkan itu harus begitu, tidak seharusnya begini. Untuk apa saya kuliah? Kenapa kerabat kita yang baik meninggal? Kenapa ada orang yang sampai hati berbuat seperti itu? Semua ini telah menjadi obyek pemikiran filosofisnya. Jadi, secara umum, kita sudah ‘berfilsafat,’ yaitu mengajukan pertanyaan filosofis, terlibat dalam perbincangan filosofis, dan memegangi sudut pandang filsafat tertentu. Perbedaan kita dengan para filosof yang akan kita pelajari dalam mata kuliah ini barangkali lebih dalam kadar, intensitas dan sistematika filsafatnya. Kini, Anda akan menghadapi masalah terpenting yaitu, Anda akan 2 FILSAFAT UMUM mempelajari filsafat secara lebih sistematis. Anda akan berupaya menguasai berbagai masalah filosofis, berkenalan dengan beberapa filosof terkenal, dan terlibat dalam perbincangan filsafatnya. Berbagai pertanyaan dan misteri selama ini akan segera terjawab. Lebih mungkin lagi adalah apa yang selama ini Anda terima begitu saja sebagai sesuatu yang sudah sewajarnya (taken for granted) dan tidak terlintas sebagai problema kehidupan, ternyata kebenaran dan keabsahannya dipertanyakan bahkan diragukan. Anda akan melihat kehidupan ini dengan sudut pandang yang lain: lebih kritis, sistematis dan logis. Apakah ini berarti bahwa kehidupan Anda akan lebih tenang? Apakah ini berarti bahwa Anda akan menemukan jawaban dari setiap problema kehidupan? Kemungkinan besar tidak! Dalam berfilsafat, setiap jawaban atas pertanyaan yang diajukan akan menimbulkan lebih banyak lagi pertanyaan. Kemungkinan lain adalah bahwa ada beragam jawaban yang ditawarkan para filosof atas satu pertanyaan, sehingga bisa membingungkan. Namun demikian, menganalisa berbagai jawaban ini merupakan bagian dari berfilsafat itu sendiri. Jadi, jika filsafat hanya membuat kita ‘bingung’ dan tidak mampu menyodorkan ‘jawaban’ yang siap pakai, maka untuk apa kita susah payah belajar filsafat, apalagi berfilsafat? Tentu saja, jawaban dari pertanyaan ini adalah tergantung pada diri Anda. Jika Anda termasuk orang yang menerima begitu saja perkataan orang lain dan tidak memperdulikan berbagai permasalahan yang Anda hadapi sendiri, serta tidak ingin berpikir dengan sistematis, maka belajar filsafat menjadi tidak perlu. Tetapi, sebagai manusia normal yang ingin tahu, maka rasa ingin tahu akan terus menggelitik. Dengan mempelajari filsafat, jalan Anda untuk memenuhi rasa keingintahuan tersebut akan lebih terarah dan lancar. Bukan saja dalam menjawab pertanyaan, tetapi juga dalam mengajukan pertanyaan yang mana, dan dalam bentuk apa pertanyaan itu seharusnya dirumuskan. Lebih lanjut, filsafat akan memandu Anda untuk mengetahui tentang bagaimana dan dimana Anda bisa mendapatkan jawabannya, paling tidak jawaban yang pernah dikemukakan para filosof sebelumnya. Karena langkah pertama studi ini adalah membina suatu konsepsi dan persepsi yang jelas tentang apa sebenarnya filsafat itu, maka akan didekati tugas ini dengan menghimpun dan menganalisa tentang pema- FILSAFAT UMUM 3 haman masyarakat awam ketika istilah filsafat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dari sini, kita akan beranjak untuk menilik beberapa definisi yang disusun oleh para ahli. A. Angapan Umum Banyak orang memahami istilah ‘filsafat’ sebagai suatu teori umum tentang sesuatu, khususnya tentang bagaimana mendekati suatu masalah yang besar dan penting. Dalam media massa, contohnya, dinyatakan bahwa kelompok ini liberal, sementara kelompok itu konservatif. Keduanya mempunyai perbedaan pendapat tentang filsafat politik, dan dinyatakan bahwa para pendiri negara kita telah sepakat tentang suatu filsafat negara. Sistem pendidikan yang diterapkan di tanah air juga didasarkan atas suatu filsafat. Dalam semua kasus ini, kata ’filsafat’ barangkali dapat digantikan dengan ‘teori’. Secara lebih umum lagi, dalam perkataan sehari-hari, ‘filsafat’ lebih banyak bermakna ‘pemikiran’ atau ‘pendapat’. Pernyataan bahwa “ia berfilsafat begini,” maksudnya adalah “ia berpendapat seperti itu.” Istilah ‘filsafat’ juga menunjuk kepada arti pandangan hidup (view of life) seseorang atau sekelompok orang, atau teori umum tentang bagaimana kita harus mengatur hidup dan kehidupan kita. Di sini kelihatan bahwa bahwa filsafat dipahami sebagai sesuatu yang mempunyai orientasi praktis. Bahwa ‘hidup untuk makan’ atau ‘makan untuk hidup’ dikatakan suatu filsafat, karena secara praktis mempengaruhi orang yang meyakininya. Dalam konteks ini, ‘mumpungisme’ juga termasuk ‘filsafat, dan sekarang banyak pengikutnya. Di kalangan masyarakat, ‘filsafat’ kerap dikaitkan dengan keinginan untuk memikirkan suatu permasalahan secara lebih jauh dan mendalam, dan tidak terbatas pada tuntutan lahiriah. Siapa yang tidak sedih mengalami kegagalan setelah berupaya dan berkorban segala macam, tetapi nasehat yang datang “cobalah lebih filosofis melihatnya. Pasti ada hikmah yang tersembunyi di balik kegagalan ini!.” Atau juga, “berjuanglah dengan memakai filsafat garam, dan jangan pergunakan filsafat gincu!”, demikian nasehat para orang pintar. Apakah maksud semua nasehat ini? Apa rupanya perbedaan antara 4 FILSAFAT UMUM garam dengan gincu? Apa pula kaitannya dengan perjuangan? Maksudnya adalah bahwa garam tidak terlihat jika dimasukkan ke air dan ke makanan dan sebagainya, tetapi bisa merubah rasa dan citra benda yang dimasukinya. Sedangkan gincu yang dipakai para wanita memang dibuat dengan warna menantang, norak dan supaya menarik perhatian, tetapi hanya lapisan tipis di atas bibir, tersintuh sedikit saja sudah terhapus dan ‘belepotan’. Maksud, nasehat itu, oleh karenanya, kalau berjuang yang penting bukan supaya terlihat orang lain dan digembar-gemborkan, tetapi hasil dan dampaknya yang mendalam. Ungkapan ini juga bermakna bahwa yang lebih berharga dan luhur adalah perjuangan tanpa pamrih, tanpa upacara dan tanda jasa. Ini juga pemakaian kata filsafat di kalangan masyarakat. Gambaran lain yang muncul ketika kata ‘filsafat’ dipakai dalam kehidupan sehari-hari bahwa ia menunjuk pada masalah-masalah yang mendalam, dan biasanya abstrak. Karenanya, para filosof digambarkan sebagai orang yang berilmu dan bijaksana (walau tidak jelas apa disiplin keilmuannya dan dari mana ia memperoleh kebijaksanaannya); para pemikir yang mengabaikan kenikmatan dunia dan masalah kehidupan. Tidak heran, jika orang merasa ‘takut’ dan merasa bahwa belajar filsafat adalah ‘berbahaya’. Citra umum bahwa filsafat itu sulit dan rumit juga tergambar dari komentar (biasanya dengan nada sinis) masyarakat, ketika mereka mengetahui bahwa Anda adalah orang yang ungkapannya sulit dipahami atau pemikirannya payah ditelusuri, lalu masyarakat berkata “wah, sudah berfilsafat pula dia sekarang!.” Akibatnya, beberapa pihak menyimpulkan bahwa ketika pemikiran filsafat atau buku filsafat (termasuk dosen filsafat) sulit dipahami, berarti pemikiran dan buku filsafat itu lebih baik dan lebih hebat. Padahal, semua ini tidak benar. Paparan tentang anggapan umum tentang filsafat ini kita akhiri dengan mendengar percakapan dua orang mahasiswa yang sedang berbincang di bawah pohon rindang di tengah kampus. “Apa artinya hidup ini?,” kata seorang yang baru saja kehabisan uang kiriman dari kampung dan cekcok dengan pacarnya. “Jangan bersedih bung...!, kata temannya. “Hidup ini ‘kan tidak lebih dari sandiwara.” “Hebat juga filsafatmu itu! Tetapi sebenarnya apa maksudmu?” “Itulah dia, mana pula bisa ku jelaskan sama kau...! Jawabnya mengelak. “Yang dapat FILSAFAT UMUM 5 nilai ‘baik’ mata kuliah filsafat ‘kan ente!” Makanya kalau kuliah itu jangan sering absen.” B. Definisi Sekarang, mari kita lanjutkan diskusi kita dengan menyimak berbagai definisi filsafat menurut para ahli. Tetapi, sebelumnya barangkali kita telusuri dulu arti etimologinya. Filsafat (dalam bahasa Arab adalah falsafah, dan dalam bahasa Inggris adalah philosophy) berasal dari bahasa Yunani. Kata ini terdiri dari kata ‘philein’ yang berarti cinta (love) dan ‘sophia’ kebijaksanaan (wisdom). Secara etimologis, filsafat berarti berarti cinta kebijaksanaan (love of wisdom) dalam artinya sedalam-dalamnya. Seorang filosof (philosopher) adalah pencinta, pendamba dan pencari kebijaksanaan. Menurut catatan sejarah, kata ini pertama kali digunakan oleh Pythagoras, seorang filosof Yunani yang hidup pada 582-496 sebelum Masehi. Cicero (106-43 SM), seorang penulis Romawi terkenal pada zamannya dan sebagian karyanya masih dibaca hingga saat ini, mencatat bahwa kata ‘filsafat’ dipakai Pythagoras sebagi reaksi terhadap kaum cendekiawan pada masanya yang menamakan dirinya ‘ahli pengetahuan’ Pythagoras menyatakan bahwa pengetahuan itu begitu luas dan terus berkembang. Tiada seorangpun yang mungkin mencapai ujungnya. Jadi, jangan sombong menjuluki diri kita ‘ahli’ dan ‘menguasai’ ilmu pengetahuan, apalagi kebijaksanaan. Kata Pythagoras, kita ini lebih cocok dikatakan sebagai pencari dan pencinta pengetahuan dan kebijaksanaan, yakni filosof. Pernyataan Pythagoras memang diabaikan dan diselewengkan oleh banyak pihak terutama oleh kaum ‘sophist’. Mereka seakan menjadi orang yang paling tahu dan bijaksana. Mereka mempergunakan kefasihan bahasa dan kelihaian bersilat lidah untuk meyakinkan masyarakat dan merebut pengaruh. Kata ini kerap pula digunakan oleh Socrates (470-399 SM). Socrates tidak saja terkenal karena pemikirannya yang brillian, tetapi juga karena ia banyak mengajukan pertanyaan. Ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siapa saja yang dijumpainya, dan pertanyaan tersebut membuat sebagian orang menjadi lebih arif, lebih sadar diri, lebih pintar, tetapi 6 FILSAFAT UMUM ada yang merasa disudutkan dan dicemoohkan. Oleh sebagian penguasa dan tokoh masyarakat, pertanyaan-pertanyaan Socrates dianggap berbahaya dan subversif. Pertanyaannya yang menyadarkan banyak membuat generasi muda menjadi ragu terhadap status quo, murtad dan memberontak. Kemudian, ia diadili dan dijatuhi hukuman mati, bukan ditembak atau digantung, tetapi dengan minum racun. Ketika tidak ada seorang pun tega menyodorkan piala berisi racun kepadanya, maka ia rela menegaknya sendiri demi menunjukkan bahwa ia filosof yang agung, seorang yang cinta kebijaksanaan dan benci kemunafikan dan kejahilan (seharusnya kita bersyukur karena tidak harus berkorban seperti Socrates untuk bisa cinta ilmu-kebijaksanaan dan benci kemunafikan-kejahilan). Kamus Bahasa Indonesia karangan W.J.S. Poerwadarminta merumuskan bahwa filsafat adalah pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai sebab-sebab, asas-asas hukum dan sebagainya daripada segala yang ada dalam alam semesta ataupun mengenai kebenaran dan arti ‘adanya’ sesuatu. Dalam Merriam Webster’s Collegiate Dictionary yang sering dirujuk kalangan terdidik berbahasa Inggris menyebutkan bahwa philosophy is all learning exclusive of technical precepts and practical arts; a discipline comprising as its core logic, aesthetic, ethics, metaphysic and epistemology; a search for a general understanding of values and reality by chiefly speculative rather than observational means; an analysis of the ground of and concepts expressing fundamental beliefs; a theory underlying or regarding a sphere of activity of thought; the most general beliefs, concepts and attidutes of an individual or group; calmess of temper and judgment. Pernyataan tersebut sengaja tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, karena ingin menggalakkan Anda menerjemahkannya sendiri. Kemampuan membaca bahasa asing (paling tidak Inggris) memang mutlak diperlukan, jika Anda ingin memperluas wawasan, termasuk filsafat. Jika Anda tertarik pada filsafat Islam, maka Anda harus menguasai bahasa. Cukup banyak juga pengertian filsafat yang dihimpun oleh kamus ini. pengertiannya mencakup yang sangat tehnis seperti suatu disiplin keilmuan yang bahasan pokoknya meliputi logika, estetika, etika, metafisika dan epistemologi. Sampai kepada arti yang sepele seperti sikap seseorang yang ‘kalem’, meyakinkan dalam bertindak, menilai dan berpikir. FILSAFAT UMUM 7 Jadi, apakah filsafat itu? Pertanyaan ini sama tuanya dengan filsafat itu sendiri, masih tetap diajukan dan telah dijawab dengan cara yang sangat beraneka ragam. Walaupun demikian, sekarang setidaknya Anda sudah mulai memahaminya. Supaya lebih paham mari kita tanyakan masalah ini kepada para filosof langsung. Asumsinya tentu para filosof tentu lebih mengerti tentang apa filsafat (kalau tidak mana mungkin ia mendapat gelar filosof). Menurut Plato (427-347 SM), filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang hakekat. Bagi Aristoteles (384-322 SM), filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang kebenaran yang meliputi logika, fisika, metafisika dan pengetahuan praktis. Menurut Bertrand Russel, filsafat adalah tidak lebih dari suatu usaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terakhir, tidak secara dangkal atau dogmatis seperti yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari dan bahkan dalam ilmu pengetahuan. Akan tetapi, secara kritis dalam arti kata: setelah segala sesuatunya diselidiki problemaproblema apa yang dapat ditimbulkan oleh pertanyaan-pertanyaan yang demikian itu, dan setelah kita menjadi sadar dari segala kekaburan dan kebingungan, yang menjadi dasar bagi pengertian kita seharihari ….(problemen der Philosophic, 1967: 7). Menurut R. Beerling, bahwa filsafat adalah pemikiran-pemikiran yang bebas, diilhami oleh rasio, mengenai segala sesuatu yang timbul dari pengalaman. (Er zijn eigenlijksheidvragen dalam Filosofic als sciencefiction, 1968: 44). Karl Popper berkata “saya rasa kita semuanya mempunyai filsafat dan bahwa kebanyakan dari filsafat kita itu tidak bernilai banyak. Saya kira, bahwa tugas utama dari filsafat adalah untuk menyelidiki berbagai filsafat itu secara kritis, filsafat mana dianut oleh berbagai orang secara tidak kritis. (dikutip dari perdebatan televisi, 14 Nopember 1971). Sementara itu, Immanuel Kant (1724-1804) merumuskan filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang menjadi pokok pangkal dan puncak segala pengetahuan yang tercakup di dalamnya empat persoalan yaitu: Apa yang dapat kita ketahui? Metafisika; Apa yang seharusnya dilakukan? Etika; Sampai dimanakah harapan kita? Agama; Apa hakikat manusia? Anthropologi. 8 FILSAFAT UMUM Wah, kenapa definisi para filosof itu tentang filsafat begitu beragam, dan malah kelihatan ada yang saling bertentangan? Jangan-jangan apa yang diingatkan orang bahwa filsafat itu membingungkan ada benarnya. Sekedar menambah ‘kebingungan’ Anda, jika daftar itu kita tambah, maka keragaman akan terus bertambah. Tidak menambahnambah bahwa banyaknya jawaban tentang definisi filsafat adalah hampir sama dengan banyaknya filosof. Selain perbedaan, ada perbedaan dalam definisi-definisi di atas. Jika ditilik lebih teliti, sebagian besar menunjuk pada adanya ciri-ciri khas filsafat yang membedakannya dari yang lain. Barangkali cara yang lebih mudah mengenal ‘filsafat’ adalah dengan mengenal ciriciri tersebut. Bandingkan jika sekiranya Anda mengenal ciri-ciri essensial seseorang, meskipun pakaiannya berubah warna, rambutnya berganti mode, sepatunya bertukar merek dan kacamatanya berganti bingkai, di mana saja dan kapan saja Anda berbicara dia, besar kemungkinan Anda masih menandainya. Anda tahu bahwa dia adalah dia, karena ciri-ciri hakikinya, bukan karena pakaian, hiasan atau klaim-nya.

Read more...
 
Calon Aktivis © 2020